Thursday, December 15, 2011

What am I Curious About??


 What am I curious about??
Apa saja yang ingin saya ketahui? Banyak, banyak sekali. Diantaranya:
* pengen tahu kenapa ada TV
*pengen tahu kenapa org bikin kalung, gelang
* gimana awalnya ada sabun mandi
* kenapa kalau lebaran itu identik sama warna hijau
* gimana awalnya orang bikin kartu joker itu
* pengen tahu cara main biola
* pengen tahu cara ngerajut
* pengen tahu di bank itu ada berapa byk uang dan nyimpannya gimana
* pengen tahu kenapa hari sudah gelap dibilang malam, kalau terang
dibilang pagi atau siang
* pengen tahu kenapa mic bentuknya bulat bukan segitiga
* pengen tahu kenapa ada meses coklat bukan meses strawberry
* pengen tahu kenapa di alat musik itu ada ditetapin kunci nada-nadanya
* pengen tahu kenapa ada rambut keriting, lurus, ikal
* pengen tahu cara bikin gulai sama rendang
* pengen tahu kenapa di dunia ini bahasanya beda-beda, padahal nenek
moyang kita sama
* pengen tahu kenapa kalau orang ulang tahun musti dikasi kado ma cake
ulang tahun
* pengen tahu kenapa warna merah identik dengan berani dan marah
* pengen tahu kenapa ketawa itu menyenangkan
* pengen tahu kenapa budaya barat sama budaya timur itu berbeda
* pengen tahu siapa yang awalnya menciptakan huruf-huruf
* pengen tahu siapa yang menciptakan bahasa indonesia awalnya

Wednesday, December 14, 2011

Kendala Pengembangan Kreativitas dalam Performance Kelompok

Anggota kelompok:
Nadya Putri Delwis (10-024)
Chairunnisa (10-059)
Yani Nadiawati (10-125)


Kendala kreativitas yang dirasakan dalam performance kelompok:
Menurut kami, yang menjadi sumber kendala dalam penampilan kelompok:
  1. Kendala Psikologis
Di dalam proses pengerjaan tugas performance ini, kecenderungan anggota kelompok untuk bekerja didasarkan pada mood. Jika sudah mencapai mood yang positif, maka kegiatan dapat dengan lancar dilaksanakan, jika mood berada dalam kondisi yang kurang baik, maka cenderung tidak mau melanjutkan kegiatan pengerjaan tugas. Masalahnya, untuk membangun mood positif itu sangat sulit. Bisa saja pada awalnya kelompok sudah sepakat untuk mengerjakan pada hari ini, ternyata karena suatu hal, misalnya ada hal yang dapat membuat mood menjadi kurang baik, maka pengerjaan tugas akan ditunda, dan begitu seterusnya.

  1. Kendala diri sendiri
Kendala dari diri sendiri merupakan faktor internal yang biasanya memang sangat mempengaruhi pengembangan kreativitas anak. Jika dilihat dari sisi ini, maka yang dapat kami temukan adalah bahwa masalah yang dihadapi seperti terbatasnya usaha, ada pemikiran tentang harapan dari orang lain, kemalasan mental, dan juga takut untuk dikritik, diejek, atau dicemooh, serta takut mendapatkan evaluasi negatif.

Kendala Pengembangan Kreativitas..

Dari dulu saya merasa saya bukan anak yang kreatif, mungkin itu adalah suatu penghalang juga bagi saya untuk menjadi kreatif karena saya sudah melakukan "self-fulfilling prophecy" terhadap diri saya.
Mengapa itu bisa terjadi??
Saya rasa itu karena faktor dari lingkungan saya, menurut saya, saya dikelilingi oleh orang-orang yang lebih kreatif, sehingga ketika saya menyampaikan pendapat atau saran, seringkali saran saya yang ditolak karena saran atau solusi orang lain lebih bagus. Jadi saya berpikir bahwa saya ternyata tidak kreatif.
Karena solusi yang saya berikan sering ditolak, saya pun jadi khawatir tentang pendapat dan reaksi teman-teman saya. Sehingga saya takut dan membuat saya lebih sering diam ketimbang berbicara atau memberikan pendapat.
Selain itu, hal yang berkontribusi juga dalam ke"tidak kreatifan"  saya adalah faktor dari diri sendiri, dimana mood saya yang sering tidak stabil memberikan pengaruh terhadap penampilan saya nantinya. Karena saya orangnya, lebih mengutamakan perasaan dalam melakukan sesuatu, terlebih jika tampil di depan orang banyak. Jika mood saya sedang bagus, saya bisa saja "all out" tapi jika tidak saya tidak akan bisa menampilkan sesuatu yang mungkin bisa lebih baik.
 Hal-hal yang seperti itu yang sepertinya menghambat kreativitas pada diri saya.

Thursday, November 24, 2011

PEMBAHASAN JURNAL KURIKULUM PENDIDIKAN SISWA BERBAKAT

Pembahasan jurnal Pembelajaran Terpadu dalam Pengajaran IPS di Kelas III SD Garung Lor Kaliwangu Kabupaten Kudus

Ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar sangat dibutuhkan untuk mengembangkan keterampilan sosial mereka, pengetahuan dan sikap agar dapat bersosialisasi dalam kehidupan mereka sehari-hari dan menjadi warga Negara yang baik serta bangga dengan sejaah dan perkembangan di Negara Indonesia. Oleh karena itu, mata pelajaran IPS ini sangat dibutuhkan dan harus dipelajari hendaknya dari SD.

Di sekolah dasar, biasanya pelajaran IPS mulai dipelajari sejak kelas 3. Anak kelas 3 merupakan anak yang dalam perkembangan Piaget masih berada dalam tahapan operasional konkrit, yang berarti belum terlalu mampu berpikir abstrak. Namun, sayangnya dalam pelaksanaan mengajar pada anak SD kelas 3 terutama pada mata pelajaran IPS, guru hanya memberikan materi, teori-teori dan konsep-konsep tanpa mengkaitkannya dengan kehidupan nyata atau pengalaman sehari-hari. Ditambah lagi dengan model pengajaran yang konvensional bersifat ceramah, membuat siswa menjadi pasif dan tidak mampu menggunakan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam dokumen kebijakan kurikulum, pembelajaran di SD disarankan untuk memakai metode pembelajaran terpadu. Adapun ciri-ciri metode pembelajaran terpadu adalah:
  • berpusat pada anak
  • memberikan pengalaman langsung pada anak
  • pemisahan bidang studi tidak begitu jelas
  • menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran
  •  bersifat luwes
  • hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak


Pembelajaran IPS akan lebih baik jika diberikan dengan metode pembelajaran terpadu karena anak akan menjadi lebih mengerti dan memahami penggunaan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari disebabkan siswa dituntut untuk menjadi aktif dalam belajar dan mencari sumber pengetahuan sendiri.

Langkah dalam perencanaan pembelajaran terpadu meliputi: 
  • memilih tema yang dapat menjadi awal topik untuk memadukan beberapa bidang studi
  • melakukan peta konsep untuk menemukan konsep yang terkait di antara mata pelajaran yang ada
  • memilih aktifitas belajar yang memungkinkan adanya keterpaduan
  • menentukan konsep yang akan dibahas
  • memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak
  • menyusun jadwal kegiatan secara sistematis

 Sedangkan alternatif tema dapat ditentukan berdasarkan minat siswa, minat guru, kejadian yang penting dalam waktu tertentu, mengambil topik utama dalam kurikulum, atau mengacu pada kegiatan dan kehidupan masyarakat tertentu.

Penelitian pada jurnal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara perolehan hasil belajar IPS dengan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran terpadu dan keefektifan metode pembelajaran terpadu di SD.

Penelitian dilakukan pada anaka kelas 3 SD Garung Lor 01 (sebagai kelas eksperimen) dan 02 (sebagai kelas kontrol) kecamatan Kaliwungu, kabupaten Kudus. Dan hasil yang didapat adalah:
·         Ada perbedaan perolehan hasil belajar antara pembelajaran terpadu dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian  berarti ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran terpadu dengan pembelajaran konvensional. Dari hasil kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran. Hasil post-test naik secara meyakinkan diobandingkan dengan hasil pre-test. Demikian juga kelompok kontrol, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran.
·         Pembelajaran terpadu lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional dalam hal perolehan hasil belajar.

Pembahasan :
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. Dalam mengajar siswa berbakat diberikan peluang untuk mengembangkan kurikulum diferensiasi maksudnya memberikan pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa dalam menerima pelajaran.

Siswa berbakat merupakan siswa yang rasa ingin tahunya tinggi, mudah dalam memahami pelajaran umumnya, sehingga jika dia diberikan pelajaran yang mudah dan tidak menantang mereka cenderung cepat menjadi bosan dan mereka juga tidak dapat mengembangkan lebih maju lagi kemampuan yang mereka miliki. Ini berarti, pembelajaran konvensional dengan cara ceramah tidak akan efektif untuk siswa berbakat.

Oleh karena itu, guru harus memberikan sesuatu yang berbeda untuk mengajar pada siswa berbakat ini. Dan sepertinya pembelajaran dengan model terpadu ini cukup memberikan kesempatan belajar efektif bagi siswa yang melit ini.
Ciri-ciri pada pembelajaran terpadu : 
  • berpusat pada anak
  • memberikan pengalaman langsung pada anak
  •  pemisahan bidang studi tidak begitu jelas
  • menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran
  •  bersifat luwes
  • hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

 Dalam mengajar siswa berbakat diperlukan adanya modifikasi kurikulum yang mencakup empat bidang yaitu, modifikasi konten kurikulum, proses/metode pembelajaran, produk, dan lingkungan belajar. Pembelajaran terpadu memusatkan pembelajaran pada anak, sehingga mereka mencari informasi sendiri dan mencoba memecahkan masalahnya sendiri. Konsep-konsep dan teori-teori juga disediakan dari berbagai bidang studi pada satu proses pembelajaran, yang berarti ini menunjukkan adanya modifikasi konten.

Dalam modifikasi proses dapat dilihat dengan adanya pembagian kelompok dalam pemecahan suatu masalah dan juga dapat membantu mereka bekerja sama secara kooperatif. Yang berarti juga membantu mereka bersosialisasi yang merupakan salah satu dalam tujuan pembelajaran IPS. Pada modifikasi produk belajar, guru juga memberikan beberapa alternatif produk yang dapat dihasilkan melalui pengalaman yang diberikan pada saat pembelajaran terpadu. Pada pembelajaran terpadu, siswa berhak untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan, keputusan juga dapat dibuat bersama antara guru dan siswa yang menunjukkan modifikasi dalam lingkungan belajar.

Dan yang paling penting, pembelajaran terpadu ini bersifat luwes yang artinya guru harus mampu mengetahui kapan dan strategi apa yang dilakukan pada suatu kondisi. Penerapan suatu metode pembelajaran tergantung kepada kondisi yang dihadapi.

Jadi, dalam pembelajaran siswa berbakat, penerapan pembelajaran terpadu ini cocok dilakukan agar terjadi keefektifan dan pencapaian tujuan serta dapat memaksimalkan kemampuan dari siswa berbakat ini. Selain itu, penerapan metode terpadu ini tidak hanya bagus untuk siswa berbakat saja, ini juga dapat diterapkan pada siswa yang umum, apalagi pada tingkat SD, karena mereka masih bisa diasah dan dilatih potensi-potensi yang seharusnya dapat dimunculkan lebih dini sehingga mereka nantinya dapat teroptimalkan kinerjanya.



Curriculum for the Gifted Student: Lulu Stedman's Contributions


Pendidikan progresif di Amerika digunakan pada kurikulum siswa berbakat. Pendidikan progresif disini maksudnya adalah upaya dari psikolog pendidikan, filsuf mengembangkan sekolah yang dapat menyediakan pengalaman yang menguntungkan bagi intelektual, sosial serta moral anak. Hal ini didasari dari penelitian yang menekankan pada pendidikan berpusat pada anak, kreativitas, ekspresi diri, dan individualitas.

Pendidikan progresif dirancang untuk dapat meningkatkan kehidupan individu dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan progresif itu:
·         memperluas fungsi sekolah untuk lebih peduli dalam kesehatan, pekerjaan, dan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat
·         dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip pedagogis dari penelitian psikologi terbaru
·         mengajar dengan memperhatikan perbedaan kemampuan siswa-siswanya

Dalam studi ini Stedman dkk, membuat sebuah “opportunity class” yang berisi siswa berbakat. Disini mereka tidak membatasi anak-anak itu untuk maju. Tidak seperti kelas regular, dimana anak berbkat harus menunggu anak lainnya agar dapat melanjutkan pelajaran. Mereka diberikan tugas-tugas individu yang mementingkan perbedaan kemampuan masing-masing serta minat anak. Tugas individu ini nantinya akan dibahas bersama-sama dengan guru sehingga hal tersebut dapat bermanfaat bagi semuanya.

Stedman dkk juga memberikan masalah-masalah yang kemudian siswa diskusikan dalam kelompok sehingga menarik suatu kesimpulan. Dan dari pengalaman tersebut, anak-anak disana lebih suka terhadap permasalahan yang abstrak daripada yang kongkrit. Karena masalah abstrak dapat merangsang kreativitas mereka. Kelas juga dirancang seperti pemerintahan sipil, ada ketua kelas yang memimpin dan membimbing teman-temannya. Selain itu mereka juga diajarkan untuk lebih mementingkan kepentingn bersama daripada kepentingan sendiri sehingga anak-anak berbakat yang memang memiliki kelebihan dari anak-anak pada umumnya ini dapat belajar juga mempunyai sikap yang baik dan tidak sombong.

Para siswa juga diberikan pendidikan jasmani. Dengan hal itu didapatkan bahwa anak-anak yang bermain dan berolahraga tersebut memiliki dampak yang positif terhadap aktivitas mentalnya yang tercermin dalam prilaku si anak dan sama sekali tidak mengganggu prestasi akademik mereka.

Penelitian Stedman ini berguna untuk kemajuan siswa berbakat. Dimana lebih mementingkan penyesuaian kurikulum bagi anak-anak berbakat dalam kelas regular. Serta pendidikan jasmani serta seni yang diberikan juga dapat mengurangi stereotype negative tentang siswa berbakat.

Pembahasan :
Dari penelitian ini menghasilkan bahwa pentingnya untuk memodifikasi kurikulum berdasarkan kemampuan anak. Walaupun anak yang berbakat di letakkan dalam kelas regular, peran guru disini lebih penting untuk dapat memaksimalkan kemampuan dari siswa berbakat tersebut. Dengan cara memodifikasi kurikulum di konten atau isinya, proses, produk serta lingkugan belajarnya.

Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Stedman melakukan sejumlah perlakuan untuk anak berbakat agar mengetahui kebutuhan dan cara pembelajaran yang tepat untuk mereka. Anak-anak tersebut lebih menyukai hal abstrak dalam proses pembelajaran yang berarti jika mereka ditempatkan dalam kelas regular, guru bisa memberikan pertanyaan yang memerlukan penalaran dan pemikiran yang lumayan rumit untuk memancing ketertarikan mereka, ini berarti guru sudah melakukan modifikasi pada proses pembelajaran. Guru juga seharusnya melakukan modifikasi konten dengan cara siswa diberikan materi-materi yang diminatinya dan bersama guru mereka mendiskusikannya. Serta lingkungan belajar yang memberikan kesempatan pada anak untuk memilih, bertanggung jawab terhadap dirinya dan orang lain membuat anak belajar lebih efektif.

Sunday, October 30, 2011

Konsep konsep konsep....?

Irun (10-059)
Yani (10-125)

Konsep performance untuk tugas kreativitas kami yaitu:

Kami akan menampilkan sebuah parody singkat dengan menampilkan performa digital dan penampilan langsung yang akan sangat menarik untuk disimak.

Dengan mengcompare-kan video klip yang asli dengan video parody yang kami buat yang ditiru dari video klip tersebut akan dapat mengundang gelak tawa penonton.

Di sela-sela performa digital, kami akan masuk dan menampilkan beberapa part secara langsung dari video klip tersebut serta akan ditunjang juga dengan properti-properti .

Performance ini diharapkan dapat menghibur para penghuni kelas kreativitas nantinya. J

Monday, October 17, 2011

Jawaban Pertanyaan BAB I-BAB VI pada buku Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat oleh Prof. Utami Munandar

Halaman 28 BAB I
1. Kemukakan dalam bidang apa saja dirasakan kebutuhan akan kreativitas, dan berilah contoh dari pengalaman dan pengamatan Anda di Indonesia?
Jawaban:
Menurut saya, kreativitas itu dibutuhkan dalam segala bidang di kehidupan ini. Karena dengan kreativitas seseorang itu diharapkan dapat menciptakan ide-ide yang baru untuk menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, orang yang kreatif itu adalah orang yang berpikir divergen, maksudnya adalah orang yang mampu memecahkan persoalan dengan berbagai cara, tidak hanya dengan satu cara saja. Hal-hal seperti itu sangat berguna untuk bidang apa saja.
·         Bidang kesenian
Tidak diherankan lagi, kreativitas itu dibutuhkan dalam seni. Baik itu dia pelukis, koreografi, composer, pemahat dan lainnya itu, pastilah mereka semua membutuhkan suatu proses kreatif dalam menciptakan suatu karya yang unik, bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi.
·         Bidang pendidikan
Baik siswa maupun pengajar, sama-sama memiliki kebutuhan dengan kreativitas.
Pada siswa, mereka pasti sangat merasakan kebutuhan akan kreativitas. Tugas-tugas yang diberikan di sekolah ada yang membutuhkan kekreatifan seperti pelajaran kesenian. Selain itu, ada kalanya ketika siswa harus membuat gagasan-gagasan baru untuk menyelesaikan persoalan di kelas. Atau ketika dia memecahkan soal matematika, dia bisa mendapatkan jawabannya tidak hanya dengan satu jalan saja.
Pada pengajar juga dibutuhkan kreativitas agar dapat membuat program-program atau kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan minat belajar murid-muridnya. Program-program itu haruslah yang menyenangkan bagi para muridnya.
·         Bidang Bisnis
Seorang pebisnis yang sukses biasanya berani dalam mengambil keputusan yang ekstrim sekalipun, karena dengan itu dia bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka mementingkan hasil juga namun lebih melihat proses sebagai pelajaran. Selain itu, mereka juga harus mampu menciptakan ide-ide yang baru untuk kemajuan usahanya.
Intinya, di segala bidang kehidupan ini dibutuhkan kreativitas sebagai salah satu cara untuk mendapatkan yang terbaik di bidang tersebut.
2. Kendala apa saja yang terutama menghambat studi tentang kreativitas dan penerapannya di dalam dunia pendidikan?
Jawaban:
Banyak orang yang masih menganggap bahwa kreativitas itu merupakan bawaan dari lahir, jadi itu merupakan sesuatu yang tidak dapat diubah dan dikembangkan bahkan pendidikan pun tidak dapat mengubah apa pun. Selain itu, belum adanya definisi yang begitu jelas dan pasti tentang kreativitas ini, membuat orang bingung untuk melakukan apa untuk dapat mengembangkannya. Di sekolah juga jarang mengukur kemampuan berpikir divergen, sedangkan tes-tes prestasi belajar dan tes intelegensi diukur yang mana itu hanya soal kemampuan berpikir konvergen (hanya terdapat satu jawaban yang benar).
Dan kebanyakan orang menuntut akan alat-alat ukur yang objektif dan mudah digunakan, dibandingkan dengan pengukuran divergen yang membutuhkan lebih dari satu jawaban, karena hal seperti itu akan sulit dinilai, beda dengan yang sudah ada skornya, akan lebih mudah dalam menilai dan menarik kesimpulan nantinya.
3. Berilah contoh dari aptitude dan non-aptitude traits dari kreativitas? Berilah argumentasi Anda mengapa keduanya penting untuk dikembangkan pada semua siswa, dan khususnya siswa berbakat.
Jawaban:
Aptitude traits dalam berpikir kreatif itu meliputi kelancaran, kelenturan dan orisinalitas dalam berpikir. Misalnya, dia disuruh membuat suatu games untuk permainan kelompok, dia dapat dengan cepat memberikan idenya, dan jika ada sesuatu yang menghambat sehingga games itu tidak dapat dilakukan, entah karena hujan atau apa, dia bisa langsung memberikan alternatif games lainnya yang dapat dilakukan di dalam ruangan.
Sedangkan non-aptitude traits itu meliputi, kepercayaan diri, keuletan, apresiasi estetik, dan kemandirian. Misalnya, dia memberikan ide games tadi, walaupun games tersebut sepertinya akan menimbulkan komentar-komentar orang lain tentang kelemahannya, dia tetap saja percaya diri akan idenya tersebut dan jika diterima dia akan melaksanakan dengan tanggung jawab.
Aptitude dan non-aptitude traits ini, keduanya sangat penting untuk dikembangkan karena seseorang yang hanya memiliki kemampuan berpikir yang lancer dan orisinal saja tidak akan mencapai prestasi yang bagus tanpa dia memiliki kepercayaan diri dan keuletan. Bagaimana bisa seseorang yang mempunyai ide yang bagus, namun tidak mempunyai rasa percaya diri dalam menyampaikannya kepada orang lain bisa berguna, ide itu akan menjadi sia-sia saja. Khususnya pada siswa berbakat, mereka memiliki kemampuan menciptakan ide-ide baru, lancar serta lentur dalam berpikir namun mereka terkadang tidak dapat membahasakan pikirannya itu dengan baik kepada orang lain atau mungkin saja mereka kurang ulet sehingga tidak dapat melakukan apa ide mereka tersebut. Karena itu aptitude dan non-aptitude traits ini harusnya dikembangkan untuk dapat berjalan beriringan.
4. Bagaimana definisi USOE tentang keberbakatan yang diadopsi di Indonesia? Apakah kelebihan dan keterbatasan dari definisi tersebut?
Jawaban:
Definisi USOE mengenai anak berbakat adalah mereka yang diidentifikasi oleh orang-orang professional sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program yang berdiferensiasi dan atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka kepada masyarakat. Kemampuan-kemampuan tersebut, baik secara potensial maupun secara nyata :
·         kemampuan intelektual umum
·         kemampuan akademik khusus
·         kemampuan berpikir kreatif-produktif
·         kemampuan memimpin
·         kemampuan dalam salah satu bidang seni
·         kemampuan psikomotor (seperti dalam olahraga)
Kelebihan dari definisi ini yaitu :
- bahwa definisi anak berbakat itu menjadi luas, maksudnya anak yang memiliki potensial saja namun belum dapat meraih prestasi yang sesuai dengan kemampuannya juga disebut sebagai anak berbakat.
- Tidak hanya intelegensi umum saja yang digunakan sebagai definisi anak berbakat namun juga kemampuan khusus lainnya
- Mengatakan bahwa anak berbakat harus mendapatkan program belajar yang berbeda dengan program sekolah biasa.
- Ada tujuan dari program anak berbakat ini, yaitu agar dapat menjadikan anak berbakat meraih prestasi yang tinggi dan juga dapat menyalurkan sumbangannya nantinya untuk masyarakat.
5. Rumuskan dan gambarkan konsep keberbakatan menurut Renzulli. Apakah makna dari definisi tersebut?
Jawaban:
Three Ring Conception dari Renzulli dkk yang menyatakan tiga ciri pokok sebagai kriteria keberbakatan :
·         Kemampuan umum di atas rata-rata
Kemampuan umum itu mencakup akan kemampuan dari berbagai bidang, tidak hanya satu bidang saja, misalnya seperti kemampuan sosial, kemampuan berkomunikasi, kelancaran dalam memberikan ide serta orisinalitas, dan lain-lain.
·         Kreativitas di atas rata-rata
Sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, gagasan-gagasan baru serta melihat hubungan-hubungan baru dari unsur yang sudah ada sebelumnya.
·         Pengikatan diri terhadap tugas
Motivasi dari dalam diri kita (internal) untuk menyelesaikan tugas dengan bertnggung jawab walaupun hambatan atau rintangan bermunculan dalam proses penyelesaian tersebut.



Jadi, keberbakatan itu menurut Renzulli, keterkaitan antara kemampuan umum di atas rata-rata, kreativitas serta motivasi internal kita dalam menyelesaikan suatu tugas karena kita sudah terikat di dalamnya.
6. Berilah rumusan Anda sendiri mengenai “keberbakatan” atau “anak berbakat” yang merupakan sintesis dari definisi USOE dan konsep Renzulli!
Jawaban:
Menurut saya, anak berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul meliputi kemampuan umum, dan kemampuan-kemampuan khusus lainnya seperti dalam hal sosial, komunikasi, seni dan memiliki kreativitas yang mampu memunculkan ide-ide baru serta memerlukan program belajar khusus maupun pelayanan di luar program belajar sekolah biasa dan juga memiliki motivasi internal untuk menyelesaikan tugas yang dia sudah terikat di dalamnya.
7. Bagaimana hubungan antara kreativitas dan aktualisasi diri? Pilih tiga tokoh di Indonesia yang merupakan teladan dari keunggulan kreatif.
Jawaban:
Menurut Maslow dan Carl Rogers, aktualisasi diri adalah jika seseorang itu menggunakan seluruh kemampuannya, menggunakan segala potensi yang ada di dalam dirinya untuk dapat mewujudkan dirinya. Dan menurut Maslow, aktualisasi diri ini merupakan kemampuan yang sudah ada di dalam diri seseorang sejak dia lahir.
Sedangkan kreativitas ditekankan Rogers sebagai kecenderungan seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya, mewujudkan potensi yang dia punya dengan mengaktifkan semua kemampuan organisme,  serta dorongan untuk berkembang menjadi matang.
Dalam berproses kreatif, seseorang itu akan menggunakan semua kemampuan yang ada pada dirinya agar dapat menghasilkan suatu produk nantinya. Produk tersebut bisa saja berupa benda fisik atau bisa saja sesuatu yang bersifat abstrak seperti ide-ide baru. Melalui produk tersebut, kita sudah ber-aktualisasi diri, karena kita telah menggunakan segala kemampuan kita dalam menghasilkannya. Jadi begitulah hubungan kreativitas dan aktualisasi diri.
Tiga tokoh yang merupakan teladan dari keunggulan kreatif:
-          Andrea Hirata
-          Agnes Monica
-          Mario Teguh
Halaman 52 BAB II
8. Bagaimana teori-teori psikoanalisis menjelaskan kinerja kreatif individu? Bandingkan teori Freud, Kris dan Jung.
Jawaban:
Teori psikoanalisis, memandang kreativitas sebagai hasil dari mengatasi suatu masalah. Pribadi kreatif merupakan seseorang yang memiliki pengalaman traumatis yang dapat mengatasinya baik secar sadar maupun tidak sadar. Ada tiga tokoh psikoanalisis yang membahas kreativitas, yaitu:
·         Teori Freud
Bapak psikoanalisis ini mengatakan bahwa kreativitas itu merupakan ciri kepribadian yang menetap pada lima tahun awal kehidupan. Menurut beliau, mekanisme pertahanan diri seseorang itu dapat menghambat kreativitas kecuali mungkin sublimasi yang maksudnya mencari atau mengganti suatu hal yang tidak mungkin kita lakukan dengan sesuatu yang dapat diterima orang banyak. Misalnya, hasrat seksual seseorang kemudian dialihkan dengan menari atau bermain musik, dan pastilah itu membutuhkan imajinasi dan kreativitas.
·         Teori Kris
Orang yang kreatif menurut Kris adalah orang yang tidak memiliki batasan antara pikiran alam bawah sadar dan pikiran sadarnya. Hal itu muncul ketika mekanisme pertahanan diri regresi dapat dilakukan oleh seseorang. Regresi maksudnya, dimana seseorang kembali ke masa dulu yang dapat memenuhi kepuasannya di masa sekarang. Karena regresi dapat merobohkan batasan antara alam bawah sadar dan alam sadar, seseorang itu dapat menjadi kreatif karena dia dapat menjadi anak-anak di dalam pemikiran mereka misalnya.
·         Teori Jung
Ketidaksadaran memainkan peranan penting dalam kekreativitasan yang tinggi, dimana di alam bawah sadar itu menyimpan pengalamn kia di masa lalu bahkan pengalaman-pengalaman seluruh umat manusiaa. Sehingga dari pemikiran ketidaksadaran kolektif ini dapat menimbulkan ide, teori, seni yang baru.
Jadi, Freud menekankan kretivitas itu sebagi sesuatu yang menetap di awal kehidupan sedangka Kris dan Jung sama-sama mengatakan alam bawah sadar atau ketidaksadaran sebagai hal yang penting dalam kreativitas.
9. Bagaimana kondisi internal (pribadi kreatif) dan kondisi eksternal (lingkungan) yang memupuk kreativitas yang konstruktif menurut Rogers?
Jawaban:
Kondisi internal menurut Rogers yang memupuk kreativitas konstruktif adalah:
·         Keterbukaan terhadap pengalaman
·         Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang
·         kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep
Sedangkan kondisi eksternal yang mendukung kreativitas adalah:
·         Keamanan psikologis
Dapat terbentuk dengan tiga proses yang saling berhubungan:
- Menerima individu apa adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya
- Mengusahakan tidak adanya evaluasi eksternal seperti membanding-bandingkan anak dengan sepupunya misalnya.
- Berempati kepada si anak
·         Kebebasan psikologis
Orang tua dan guru hendaknya membebaskan anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka secara simbolis, hal ini membuat anak bebas dalam berpikir dan merasa sesuai dengan yang dia rasakan.
10. Bagaimana pada umumnya gambaran ciri-ciri kepribadian yang kreatif menurut hasil penelitian? Jelaskan bagaimana ciri-ciri itu dalam kondisi yang tidak menguntungkan menjelma sebagai prilaku yang negatif.
Jawaban:
Penelitian pertama di Indonesia tentang ciri-ciri kepribadian yang kreatif yang dilakukan oleh Prof. Utami Munandar adalah membandingkan pendapat tiga kelompok, psikolog, guru dan orang tua.
10 ciri pribadi kreatif menurut psikolog:
·         imajinatif
·         mempunyai prakarsa
·         mempunyai minat luas
·         mandiri dalam berpikir
·         melit
·         senang berpetualang
·         penuh energi
·         percaya diri
·         bersedia mengambil resiko
·         berani dalam pendirian dan berkeyakinan
10 ciri siswa sekolah dasar dan menengah yang diinginkan oleh guru:
·         penuh energi
·         mempunyai prakarsa
·         percaya diri
·         sopan
·         rajin
·         melaksanakan pekerjaan pada waktunya
·         sehat
·         berani dalam berpendapat
·         mempunyai ingatan baik
·         ulet
Dari ciri-ciri keperibadian tersebut, terdapat perbedaan dari yang diinginkan guru terhadap siswa dan ciri pribadi yang kreatif menurut psikolog. Berarti secara tidak langsung pasti terjadi kondisi-kondisi yang tidak menunjang kreativitas itu sendiri, misalnya guru ingin tugas yang diberikan tepat waktu, berarti guru tersebut membuat anak menjadi tidak bebas dan kurang waktu untuk memikirkan hal-hal kreatif. Jika kondisi ini dibiarkan, bisa menimbulkan prilaku yang negative seperti anak menjadi agresif karena kebebasan berpikir dia dikekang, menjadi pengacau di kelas karena guru tidak memperhatikan potensi yang dia punya padahal lebih dari teman-teman dia lainnya, menyendiri karena pikiran-pikirannya tidak termakan oleh teman-teman sebayanya. Itulah beberapa diantaranya prilaku negative yang dapat ditunjukkan oleh anak yang dalam kondisi tidak menunjang kreativitas.
11. Buatlah rencana belajar siswa berbakat berdasarkan strategi 4P untuk mengembangkan kreativitas.
Jawaban:
·         Membuat anak mengenali dirinya dengan cara menuliskan kemampuan yang dia rasa dia miliki dan membuat suatu kegiatan yang bertujuan mengetahui serta mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri anak.
·         Memberikan tugas kepada anak yang dapat membuat dia berpikir kreatif.
·         Mengadakan kegiatan di luar kelas yang dapat merangsang keingintahuan dan eksplorasi dari si anak seperti berwisata ke kebun binatang misalnya.
Halaman 74 BAB III
12.Jelaskan perbedaan antara anak yang precocious dan anak yang prodigious. Berilah contoh kasus dari pengalaman Anda.
Jawaban:
Anak yang precocious adalah anak yang mampu mengerjakan sesuatu yang biasanya dikerjakan oleh orang yang lebih tinggi usianya. Contohnya, ada anak pemilik studio band tempat saya biasa latihan, memiliki kemampuan bermain drum padahal umurnya masih 4 tahun.
Anak yang prodigious adalah anak yang prestasinya luar biasa dan langka sehingga menakjubkan. Contohnya, sepupu saya waktu itu berumur 7 tahun dapat khatam Al-quran dan meraih juara I dalam lomba ngaji tersebut, padahal saingannya kebanyakan anak-anak SMP.
13. Skala Renzulli-Hartman untuk menilai karakteristik prilaku siswa berbakat yang harus diisi oleh guru meliputi sub-skala apa saja? Sebutkan ciri-ciri pada skalanya dan mengapa sulit mengadaptasi skala ini di Indonesia.
Jawaban:
Ada 4 sub-skala untuk menilai karakteristik prilaku siswa berbakat yaitu:
·         ciri intelektual umum
-          kelancaran dalam memberikan ide
-          memiliki penalaran verbal numerikal
-          memiliki kemampuan spasial
·         ciri-ciri motivasi
-          bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
-          menyelesaikan tugas hingga akhir
-          tidak peduli dengan hambatan yang menghadang
·         ciri-ciri kreativitas
-          rasa ingin tahu yang luas dan mendalam
-          sering mengajukan pertanyaan yang baik
-          bebas dalam menyatakan pendapat
-          menonjol dalam salah satu bidang seni
-          mempunyai daya imajinasi
·         ciri-ciri kepemimpinan
-          mampu mengorganisir keadaan atau anggota
-          dominan dalam pergaulan
-          mempunyai wibawa dan kesan yag baik di depan orang
Kesulitan dalam menerapkan skala ini bagi guru di Indonesia yaitu memerlukan banyak waktu untuk menilai prilaku siswa karena guru harus secara berkesinambungan mengamati prilaku siswa tersebut yang tampak. Sedangkan untuk menilai karakteristik prilaku anak itu di Indonesia diharapkan dengan alat tes yang sederhana dan hemat waktu namun tepat penilaiannya.
Halaman 97 BAB IV
14. Kemukakan inti dari teori Amabile tentang Persimpangan kreativitas (Creativity Intersection).
Jawaban:
Keberhasilan kreativitas itu adalah persimpangan dari keterampilan anak pada bidang tertentu (domain skills), keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsik. Ketiga factor itu saling berkait dan titik temunya akan menentukan kreativitas yang tinggi.
15. Uraikan karakteristik “keluarga kreatif” menurut Dacey.
Jawaban:
·            Sebagian besar keluarga kreatif memiliki salah satu orang tua atau keduanya yang kreatif.
·            Orang tua tidak banyak menentukan aturan prilaku di dalam keluarga
·            Cara asuh yang authoritative, memberikan kebebasan namun menerapkan aturan yang jelas dan menanamkan nilai-nilai norma.
·            Anggota keluarga menyukai humor, memiliki julukan yang lucu-lucu untuk anggota keluarga
·            Keluarga memiliki rumah yang berbeda dari kebanyakan orang
·            Mendorong anak-anak sesuai dengan otensi yang dia miliki
·            Orang tua dapat menceritakan salah satu aspek yang dia miliki yang unik atau tidak biasa
·            Keluarga kreatif kebanyakan memiliki pengalaman traumatik
16. Perbedaan apa yang nyata antara keluarga anak berbakat dan keluarga anak biasa (dengan tingkat kecerdasan rata-rata) dalam penelitian yang dilakukan di Jakarta tahun 1982?
Jawaban:
Perbedaan keluarga anak berbakat dengan keluarga anak biasa:
·         Orang tua keluarga anak berbakat memiliki tingkat pendidikan, jabatan, dan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga anak biasa.
·         Orang tua keluarga anak berbakat lebih hobi membaca
·         Aspirasi orang tua anak berbakat lebih tinggi
·         Keluarga anak berbakat memiliki jumlah anak yang lebih kecil
·         Orang tua keluarga anak berbakat lebih mementingkan ketekunan dan inisiatif sedangkan keluarga anak biasa mengutamakan kepatuhan
17. Dengan cara-cara apakah orang tua dapat merangsang kreativitas anak di rumah? Beri contoh kasus nyata.
Jawaban:
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam merangsang kreativitas anak:
·         membiarkan anak mengekspresikan pikiran dan perasaannya namun juga menerapkan nilai-nilai dan aturan yang jelas
·         memberikan stimulus yang dapat memacu si anak berpikir kreatif
·         tidak mendorong anak untuk mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi dari yang dia dapatkan sekarang
·         memberikan perhatian kepada anak jika ada sesuatu yang tidak berjalan baik sesuai keinginannya
·         memberikan contoh kepada anak prilaku kreatif seperti menggambar, menulis cerpen, dll.
·         memajang hasil-hasil kreativitas anak di rumah
·         menghargai dan menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan si anak
Contoh: Ada sepupu saya kelas 4 SD, dia anak tunggal di keluarganya. Ayah dan ibunya memberikan kebebasan kepada dia untuk melakukan apa saja yang dia senangi dan mengungkapkan apa yang dia rasakan, walaupun begitu ketika berada di depan orang lain dia mampu menjaga kesopanannya. Orang tuanya guru kesenian, dan sering memainkan alat music di rumah seperti gitar atau organ, sepupu saya ini kemudian menunjukkan ketertarikan juga pada hal tersebut dan dia mulai bisa memainkan alat music sambil bernyanyi. Dia selalu menjadi juara I sejak dia kelas 1 SD. Minatnya untuk membaca itu besar sekali karena melihat orang tuanya gemar membaca. Dan dia dapat mengemukakan idenya secara cepat dan lancar jika ditanya untuk memecahkan suatu masalah. Dia juga menggemari matematika.
18. Jelaskan sikap orang tua yang memupuk pengembangan kreativitas. Simpulkan tiga asas yang paling penting.
Jawaban:
Sikap orang tua yang memupuk pengembangan kreativitas anak:
·         menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya
·         memberi waktu kepada anak untuk merenung, berpikir dan berkhayal
·         membiarkan anak mengambil keputusan diri
·         mendorong keingintahuan anak
·         meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang dilakukan dan dihasilkan anak
·         menunjang dan mendorong kegiatan anak
·         menikmati keberadaan bersama anak
·         memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak
·         mendorong kemandirian anak dalam bekerja
·         melatih hubungan kerja sama yang baik dengan anak
Yang penting orang tua itu harus menghargai apa pendapat anak, apa yang dilakukan anak dan apa yang dihasilkan oleh anak dengan begitu si anak menjadi tidak cemas kalau-kalau orang tuanya tidak setuju atau tidak bangga akan hasil karyanya. Kemudian orang tua juga harus mendorong rasa ingin tahu si anak agar dia dapat memiliki banyak pengetahuan sehingga memudahkan hendaknya dalam proses kreatif dia nantinya. Terakhir orang tua harus menikmati keberadaan bersama anak agar anak merasa aman dan nyaman serta diperhatikan jika berada di lingkungan keluarga.
Halaman 116 BAB V
19. Jabarkan ciri-ciri guru anak berbakat pada tiga kategori guru anak berbakat.
Jawaban:
·         Karakteristik filosofis.
Ciri-cirinya, guru tidak hanya mengemukakan idenya saja namun juga meminta pendapat orang lain atau siswa terhadap idenya tersebut. Tidak memarahi dan mencemoohkan siswa.
·         Karakteristik professional
Ciri-cirinya:
-  memiliki kemampuan dinamika kelompok, strategi yang baru dalam mengajar
- dapat mengetahui kebutuhan dan sifat anak berbakat
- mengetahui kurikulum yang penting untuk anak berbakat
- mengetahui tentang program yang ada untuk anak berbakat, minat dan komitmen terhadap pembelajaran anak berbakat
- mengetahui aturan dan hukum mengenai pendidikan anak berbakat
- mengetahui kecenderungan isu dewasa ini dalam pendidikan anak berbakat.
·         Karakteristik pribadi guru, meliputi motivasi, kepercayaan diri, rasa humor, kesabaran, minat luas dan kelenturan.
Ciri-cirinya:
- memahami dan menerima diri sendiri
- mempunyai kekuatan ego
- kepekaan terhadap orang lain
- minat intelektual di atas rata-rata
- bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan
- memiliki empati, orisinalitas, tenggang rasa, antusisme dan aktualisasi diri.
20. Dengan cara-cara apa kita dapat memanfaatkan peranan mentor sebagai narasumber untuk program anak berbakat?
Jawaban:
Biasanya mentor yang dipilih untuk dikunjungi adalah mentor yang memiliki pengetahuan yang menarik minat siswa dan kebutuhan siswa berbakat. Dengan mengunjungi tempat kerja mentor tersebut dan bertanya terhadap apa yang dia kerjakan yang menarik minat kita. Memerhatikan situasi dan apa-apa saja yang dikerjakannya dalam lingkungan kerja tersebut. Selain itu dengan meminta narasumber menerangkan secara garis besar apa pekerjaan dan kegiatan yang dia lakukan dengan kemampuan yang dia punya dapat membantu siswa lebih memahami tujuan dari program tersebut.
21. Berilah tiga contoh dari kegiatan yang merangsang kreativitas anak di sekolah.
Jawaban:
·         Seperti memberikan buku kepada anak yang mampu menjawab pertanyaan.
·         Misalnya ada ambil nilai menyanyi pada mata pelajaran kesenian, sellain guru, siswa juga dilibatkan dalam penilaian terhadap temannya yang tampil.
·         Membiarkan anak memilih topik pelajaran yang dia inginkan hingga batas tertentu. membebaskan anak memilih topic karangannya sendiri.
22. Unsur-unsur mana yang penting diperhatikan dalam merancang strategi mengajar yang meningkatkan kreativitas siswa?
Jawaban:
·         Memberikan hadiah kepada anak terhadap apa yang dia lakukan dalm kegiatan yang berlangsung.
·         Memberikan penilaian terhadap sesuatu dengan melibatkan siswa.
·         Membiarkan anak memilih sesuai dengan keinginannya sendiri dalam batasan-batasan tertentu yang jelas
23. Buatlah desain ruang kelas yang memudahkan belajar mengajar secara kreatif.
Jawaban:
Anak dibiarkan duduk sendiri-sendiri dimana dia mau asalkan tidak mengganggu teman lain. Di dalam kelas disediakan suatu sudut untuk memamerkan hasil karya kreatif yang siswa buat tanpa mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Di dalam kelas juga disiapkan segala sesuatu untuk memudahkan proses belajar mengajar seperti bangun kubus, lingkaran, limas, tabung, dll.

Halaman 135 BAB VI
24. Buatlah bagan yang mensintesiskan pendapat dari pakar di Indonesia.
Jawaban:





Wednesday, October 12, 2011

Dibalik semua ini..

Dari dulu, saya menganggap saya bukanlah seseorang yang begitu kreatif. Kreatif adalah satu kata yang saya rasa tidak ada di dalam diri saya. Namun, saya selalu ingin untuk bisa menjadi kreatif. Karena saya melihat orang-orang yang sukses itu adalah seorang yang kreatif.
Nah, pada semester ini saya mengikuti mata kuliah kreativitas. Saya mempunyai harapan dengan mengikuti mata kuliah ini, saya bisa menjadi kreatif seperti yang saya inginkan. Hal tersebut ternyata saya rasa bisa saya dapatkan di bawa bimbingan bu Dina, karena beliau mampu membuat otak saya berpikir kreatif. Dengan stimulus yang diberikan oleh bu Dina pada tugas-tugas sebelumnya, itu membuat saya merasa tertantang untuk dapat membuat sesuatu yang berguna dan kreatif.
Dalam buku Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat oleh Prof. Utami Munandar, dikatakan dalam pengembangan kreativitas itu terdapat pendekatan 4P, yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk. Dikatakan, kreativitas merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Pribadi masing-masing orang itu pasti memiliki keunikannya sendiri-sendiri dan diharapkan dari pribadi yang unik itu, timbullah ide-ide yang kreatif. Karena pribadi itu unik, maka hasil dari tiap-tiap orang itu pasti berbeda-beda nantinya.
Saya mengikuti mata kuliah ini, karena saya terdorong dari dalam diri saya untuk mengikutinya. Dengan alasan keinginan saya untuk menjadi kreatif atau memaksimalkan kemampuan yang saya punya. Dorongan yang saya punya ini sejalan dengan teori kebutuhan pada Maslow yang menyatakan seseorang itu membutuhkan self actualization atau aktualisasi diri. Saya ingin menunjukkan kepada orang kalau saya bisa. Karena sudah didorong oleh dorongan internal, pada mata kuliah ini saya uga didorong untuk memikirkan sesuatu yang kreatif dan inovatif, hal itu saya dapatkan dari cara mengajar bu Dina, yang dengan memberikan tugas-tugas yang merangsang aktivitas kerja otak saya menuju satu kata tadi yaitu kreatif.
Semua yang dijalankan dalam mata kuliah kreativitas ini merupakan proses untuk kreatif. Dengan memberikan kesempatan kepada kami selalu bersibuk diri dengan hal-hal kreatif, seperti membuat suatu produk, merangkai kata-kata di dalam blog, semua itu membuat saya semakin tertantang untuk dapat menjadi kreatif itu, dan saya sudah merasakan ada yang berbeda berproses pada diri saya.
Saya berharap dengan mengikuti mata kuliah ini, saya dapat mencapai tujuan saya untuk menjadi kreatif dan dapat menghasilkan sesuatu yang setidaknya berguna bagi diri saya sendiri dulu.

Thursday, October 6, 2011

Dibalik semua ini...

Kreatif, satu kata itu yang saya rasa masih sangat kurang di dalam diri saya. Karena itulah saya mengambil mata kuliah kreativitas ini. Dari kata “kreativitas” saja saya merasakan akan dapat mengambil banyak cara untuk mengembangkan kreativitas di mata kuliah ini. Dan saya memang dapat merasakan tertantangnya otak saya untuk dapat lebih berpikir kreatif. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, dengan tugas-tugas yang diberikan oleh Bu Dina, saya merasakan sesuatu yang berbeda berproses dalam diri saya. Sebelumnya otak saya tidak terlalu bekerja untuk memikirkan sesuatu yang baru atau sesuatu yang dapat merangsang kekreatifan saya, namun setelah mengikuti mata kuliah kreativitas ini saya sudah bisa merasakan sesuatu yang berbeda di dalam diri saya. Dengan stimulus yang diberikan oleh Bu Dina awalnya, kemudian dilanjutkan dengan tugas-tugas berikutnya yang juga memberikan rangsangan kepada otak saya untuk berpikir kreatif, bagaimana saya bisa menjadi yang terbaik di kelas ini.
Dalam teori 4P dalam pengembangan kreativitas yang sangat saya rasakan adalah faktor pendorong. Motivasi di dalam diri saya untuk mengambil mata kuliah ini dengan tujuan agar saya dapat menggunakan dan memaksimalkan kerja otak saya untuk berpikir kreatif. Dan kemudian di mata kuliah kreativitas ini saya dapat merasakan dorongan untuk merangsang otak kreatif saya, yang merupakan dorongan eksternal.
Itulah yang saya rasakan selama mata kuliah ini.

Wednesday, October 5, 2011

Pendekatan 4P dalam pengembangan kreativitasku

Kreativitas di masa sekarang  ini sangat diperlukan dan harus mendapat perhatian agar kita bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Dalam pengembangan kreativitas terdapat teori 4P yaitu pribadi (person), pendorong (press), proses (process), dan produk (product).
Pribadi (person)
Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang pembentukan pribadi yang kreatif. Dari buku “Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat” oleh Prof. Dr. Utami Munandar dibahas dua teori tentang pribadi kreatif, teori psikoanalisis dan teori humanistic yang mana kedua teori ini sebenarnya bertolak belakang. Teori psikoanalisis menekankan bahwa pribadi yang kreatif itu terbentuk akibat pengalaman traumatis yang menimbulkan pemikiran kreatif pada masa anak-anak. Sedangkan teori humanistic menekankan bahwa kesehatan psikologis yang menjadikan seseorang pribadi yang kreatif untuk dapat mengatasi masalah hidupnya dan tercapainya aktualisasi diri.
Abraham Maslow mengemukakan 6 hierarki kebutuhan, dimulai dari kebutuhan akan makan, minum, udara hingga kebutuhan tertinggi yaitu kebutuhan estetik. Dalam teori Maslow terdapat kebutuhan akan aktualisasi diri atau perwujudan diri, dimana diperlukan keterlibatan kreativitas dan semua potensi dalam diri kita untuk dapat mencapainya.  Pada tugas sebelumnya saya membuat gantungan jilbab dari kertas dan saya merasa itu adalah suatu perwujudan diri saya dari proses kreatif di dalam diri saya.
Treffinger mengatakan bahwa pribadi kreatif biasanya lebih terorganisasi dalam tindakan dan produk yang dihasilkannya juga telah direncanakan dan dipertimbangkan terlebih dahulu masalah yang dapat timbul nantinya. Ketika saya berencana untuk membuat gantungan jilbab itu, saya merencanakan alat-alat dan bahan apa yang  perlu ditambah untuk menghasilkan sesuatu yang bagus, menarik dan berguna nantinya setidaknya bagi diri saya sendiri dulu. Dan sewaktu saya membuat gantungan itu, saya  juga mempertimbangkan bagaimana caranya supaya kertas ini kuat untuk menahan beban banyak nantinya. Walaupun begitu, ada beberapa ciri lain dari pribadi kreatif itu yang tidak ada pada diri saya seperti percaya diri dan mandiri.
Pendorong (press)
Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya bukanlah orang yang begitu kreatif, namun motivasi di dalam diri saya mendorong saya untuk mengambil kelas kreativitas dan dalam hal tugas individu sebelumnya mendorong saya untuk berpikir kreatif untuk dapat menghasilkan produk yang kreatif juga. Saya merasakan kebebasan dalam berpikir dan mengekspresikan ide saya dalam tugas yang diberikan. Jadi, saya merasakan dorongan (press), baik dari dalam dan dari luar, sama-sama memberikan kontribusi untuk saya mengaktifkan dan memaksimalkan “otak kreatif” saya.
Proses (process)
Kreativitas itu tidak dapat dipaksakan namun dapat dikembangkan dan dimaksimalkan. Tentu saja memerlukan proses dalam pengembangan kreativitas itu sendiri. Dalam menimbulkan ide kreatif tidak dapat dipaksakan, dia akan muncul dengan sendirinya ketika berada dalam situasi yang menunjang. Begitu juga halnya dengan saya dalam mendapatkan ide pembuatan gantungan jilbab tersebut.
Produk (product)
Karena kondisi lingkungan yang menunjang dan keinginan dalam diri saya untuk berpikir kreatif maka terciptalah gantungan jilbab dari kertas itu. Dan produk yang saya hasilkan tersebut selain untuk memenuhi tugas, dapat juga berguna bagi diri saya sendiri.

Begitulah pendekatan 4P dalam proses kreativitas saya.